Selasa, 24 Agustus 2010

Topologi Jaringan

Topologi Jaringan
TOPOLOGI adalah susunan fisik bagaimana perangkat-perangkat network saling terhubung.
Ada 3 macam topologi yang umum digunakan:
TOPOLOGI STAR
Pada topologi ini, setiap komputer terhubung dengan sebuah concentrator (berupa switch/hub atau acces point) melalui kabel atau gelombang radio. Concentrator berfungsi sebagai pengatur dan pengendali lalu lintas data.
Kelebihan
• Kerusakan pada satu saluran hanya akan mempengaruhi jaringan pada saluran tersebut dan station yang terpaut.
• Tingkat keamanan termasuk tinggi.
• Kontrol terpusat.
• Kemudahan deteksi dan isolasi kesalahan/kerusakan.
• Tahan terhadap lalu lintas jaringan yang sibuk.
• Penambahan dan pengurangan station dapat dilakukan dengan mudah
Kekurangan
• Jika node tengah mengalami kerusakan, maka seluruh jaringan akan terhenti.
• Boros kabel.
• Kesulitan perawatan jika banyak komputer.
• Perlunya disiapkan node tengah cadangan.

TOPOLOGI BUS
Pada topologi bus, seluruh komputer terhubung pada sebuah bus berupa kabel. Jaringan ini hanya terdiri dari satu saluran kabel yang menggunakan kabel BNC.
Keuntungan
• Hemat kabel
• Layout kabel sederhana
• Mudah dikembangkan
Kerugian
• Deteksi dan isolasi kesalahan sangat kecil
• Kepadatan lalu lintas
• Bila salah satu client rusak, maka jaringan tidak bisa berfungsi.
• Diperlukan repeater untuk jarak jauh

TOPOLOGI RING
Metode token-ring (sering disebut ring saja) adalah cara menghubungkan komputer sehingga berbentuk ring (lingkaran). Setiap simpul mempunyai tingkatan yang sama. Jaringan akan disebut sebagai loop, data dikirimkan kesetiap simpul dan setiap informasi yang diterima simpul diperiksa alamatnya apakah data itu untuknya atau bukan.
Keuntungan
• Hemat Kabel
• Tingkat kerumitan jaringan rendah (sederhana)
Kerugian
• Peka kesalahan
• Pengembangan jaringan lebih kaku

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar