Minggu, 07 November 2010

KETULUSAN SEORANG IBU

Seorang pria berhenti di toko bunga untuk memesan seikat karangan bunga yang akan dipaketkan kepada sang ibu yang tinggal sejauh 250 km dari tempat tinggalnya. Kemudian keluar dari mobilnya, ia melihat seorang gadis kecil berdiri di trotoar sambil menangis tersedu-sedu. Pria itu menanyai kenapa dan dijawab oleh gadis kecil, saya ingin membeli setangkai bunga mawar merah untuk ibu saya. Tapi saya cuma punya uang seribu rupiah, sedangkan harga bunga itu sepuluh ribu rupiah.

Pria itu tersenyum dan berkata, ayo ikut, aku akan membelikannmu bunga yang kau mau.Kemudian ia membelikan gadis kecil itu setangkai bunga mawar merah, sekaligus memesan karangan bunga untuk di kirimkan ke ibunya.

Ketika selesai dan hendak pulang, ia menawarkan diri untuk mengantarkan gadis kecil itu pulang kerumahnya. Gadis kecil itu melonjak gembira, katanya, Ya tentu saja, maukah anda mengantarkan ke tempat ibu saya?

Kemudian mereka berdua menuju ketempat yang ditunjukan oleh si gadis kecil itu, yaitu pemakaman umum. Setelah sampai ketujuan gadis kecil itu meletakkan bunga di atas pemakaman yang masih basah.

Melihat hal ini hati pria itu menjadi terenyuh dan teringat sesuatu. Bergegas ia kembali ke toko tadi dan membatalkan pengirimannya. Ia mengambil karangan bunga yang di pesannya dan mengantarkan sendiri bunga untuk ibunya.

Apa yang ada dalam pikiran kamu setelah membaca kalimat demi kalimat di atas, pastilah sama dengan apa yang ada dalam pikiran saya setelah saya menulis kalimat tersebut., yakni ingat akan satu sosok \"malaikat\" yang di kirimkan Allah untuk menjaga , melindungi dan mengasihi kita. Bahkan memberi nyanyian penghibur, tersenyum untuk kita setiap saat, dan kita akan merasakan kehangatan cintanya dan jadi lebih berbahagia, memberi sebagian dirinya dikala kita haus, mengajarkan doa agar kita dekat denganNya. Dialah sosok tua yang tak kenal lelah, tanpa pamrih tanpa memberi catatan harga apapun yang di lakukan untuk kita. Mari kita coba untuk kembali mengingat apa yang di korbankan untuk kita.

Renungilah ......., ingatlah wajahnya .............. sapalah namanya dalam doa walau ia tidak di depan kita.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar